Nama Domain:

Pilih Dengan WWW Atau Tanpa WWW?

7 October, 2010 • Kategori: Tips

Alamat domain utama umumnya ada 2 tipe yang sering Kita jumpai, dengan WWW atau tanpa WWW. Misalnya  www.registrasi.info vs  registrasi.info. Mengapa WWW ? padahal itu hanyalah bentuk dari sub domain saja. Ternyata digunakannya WWW pada suatu situs memiliki beberapa pertimbangan tertentu.

SEJARAH WWW

Penggunaan WWW (World Wide Web) didepan nama domain ternyata tidak terlepas dari sejarah internet dan website di dunia ini. Suatu sejarah panjang sejak cikal bakal pertama kalinya embrio konsep internet lahir pada tahun 1945 pleh Vannevar Bush dalam bentuk artikel tentang konsep memex (memory extension),  yang juga kelak menjadi cikal bakal lahirnya penggunaan ekstension pemisah pada file (.exe  .zip dsb).

Baru 44 tahun kemudian, tepatnya tahun 1989 dirancang proposal mendetail tentang konsep WWW lengkap dengan bagam skemanya. Dari sinilah kelahiran WWW dimulai.

POPULARITAS WWW

Meskipun nama domain pertama kali didaftarkan pada 1985, namun penggunaan WWW didepan nama domain sendiri baru populer diawal tahun 90-an  setelah keputusan pada tanggal 30 April 1993 yang membebaskan WWW digunakan oleh pemilik nama domain.

Sejak saat itu penyebutan nama domain identik dengan awalan WWW, hingga sekarang pun masih melekat dengan kuat. Industri – industri web besar yang mendominasi internet di tahun tersebut turut andil dalam popularitas WWW ini.

Tradisi penggunaan sub domain WWW didepan nama domain hingga sekarang masih menjadi pilihan utama website – website perusahaan. Ide penggunaan nama lain pun muncul, namun tetap sesuai fungsi webnya, misalnya penggunaan sub domain “m” untuk website mobile.

NAKED DOMAIN (tanpa WWW )

Naked domain adalah nama domain tanpa WWW, istilah ini dipopulerkan oleh Blogger, penyedia jasa blog gratis dengan sub domain dari blogspot.  Naked domain digunakan ketika Blogger mulai membolehkan penggunanya menggunakan nama domain sendiri / Blogger Custom Domain.

Muncul pandangan baru, bahwa menggunakan naked domain menjadi lebih singkat ketimbang harus mengetikan WWW dulu, apalagi browser era 90-an keatas sudah dapat otomatis mendeteksi alamat web tanpa harus mengetikan WWW didepan nama domainnya.

Bahkan dewasa ini muncul gerakan anti WWW yang situsnya beralamatkan di no-www.org.

PILIH MANA?

WWW diklaim gerakan anti WWW sebagai konsep yang depreceated / usang, mereka memaparkan 2 alasan utama, secara teknis, dan secara keindahan penamaan yang mana lebih singkat tanpa WWW, mereka menyebutnya “more fruitful”. Meskipun apabila benar depreceated, namun penggunaan WWW tetap masih populer, karena memiliki nilai sejarah dan tradisi yang kental, bukan sekedar konsep teknis. Website dari perusahaan – perusahaan juga mayoritas masih menggunakan awalan WWW didepan nama domainnya. Dalam penyebutan nama domain pun demikian, masih banyak orang yang menyebutkan WWW didepan nama domain.

Jadi meskipun konsep penamaan WWW dianggap usang oleh beberapa kalangan, namun pemilik domain tetap memiliki pilihan dengan setting DNS atau webserver. Ya, setting DNS atau webserver memungkinkan alamat web untuk dialihkan otomatis. Misalnya dari WWW otomatis ke non WWW atau sebaliknya, sebut saja pengaturan CNAME pada DNS, atau .htaccess yang dikenal pada webserver Apache. Jadi pilih yang mana saja kini tergantung selera…

  • Web pribadi, tergantung selera Anda, bahkan diluar pilihan WWW atau non WWW kini Anda juga bisa memilih.
  • Web perusahaan, tergantung keputusan manajemennya.
  • Web organisasi, tergantung keputusan pengurusnya
  • dan lainnya

Apapun pilihannya tidak akan merugikan / merusak kontekstual dari website itu sendiri. Dari SEO tidak ada pengaruhnya, dari keindahan nama juga tidak banyak pengaruhnya (ingat del.icio.us).


Referensi Informasi:

  • http://www.w3.org/History.html
  • http://www.w3.org/History/1989/proposal.html
  • http://www.pcworld.com/article/155743/the_internets_100_oldest_dotcom_domains.html
  • http://no-www.org/

Sharing Ke Facebook Sharing ke Twitter

 

Tinggalkan Komentar Anda

« | Home | »